Jaringan
komputer (jaringan) adalah sebuah sistem yang terdiri atas
komputer-komputer yang didesain untuk dapat berbagi sumber daya (printer, CPU),
berkomunikasi (surel, pesan instan), dan dapat mengakses informasi(peramban
web).Tujuan dari jaringan komputer adalah Agar dapat
mencapai tujuannya, setiap bagian dari jaringan komputer dapat meminta dan
memberikan layanan (service). Pihak yang meminta/menerima layanan
disebut klien (client) dan yang memberikan/mengirim layanan disebut
peladen (server).Desain ini disebut dengan sistem client-server, dan
digunakan pada hampir seluruh aplikasi jaringan komputer. Dua buah
komputer yang masing-masing memiliki sebuah kartu jaringan, kemudian
dihubungkan melalui kabel maupun nirkabel sebagai medium transmisi data, dan
terdapat perangkat lunak sistem operasi jaringan akan membentuk sebuah jaringan
komputer yang sederhana. Apabila ingin membuat jaringan komputer yang lebih
luas lagi jangkauannya, maka diperlukan peralatan tambahan seperti Hub, Bridge, Switch,
Router, Gateway
sebagai peralatan interkoneksinya
HUB HubAlat
penghubung atar komputer, semua jenis komunikasi hanya dilewatkan oleh hub. hub
digunakan untuk sebuah bentuk jaringan yang sederhana (misal hanya untuk
menyambungkan beberapa komputer di satu group IP lokal) ketika ada satu paket
yang masuk ke satu port di hub, maka akan tersalin ke port lainnya di hub yg
sama dan semua komputer yg tersambung di hub yang sama dapat membaca paket
tersebut. Saat ini hub sudah banyak ditinggalkan dan diganti dengan switch.
Alasan penggantian ini biasanya adalah karena hub mempunyai kecepatan transfer
data yang lebih lambat daripada switch. Hub dan switch mempunyai kecepatan
transfer data sampai dengan 100 Mbps bahkan switch sudah dikembangkan sampai
kecepatan 1 Gbps.
Switch Switch
Sebuah alat yang menyaring/filter dan melewatkan(mengijinkan lewat) paket yang
ada di sebuah LAN. switcher bekerja pada layer data link (layer 2) dan
terkadang di Network Layer (layer 3) berdasarkan referensi OSI Layer Model.
sehingga dapat bekerja untuk paket protokol apapun. LAN yang menggunakan Switch
untuk berkomunikasi di jaringan maka disebut dengan Switched LAN atau dalam
fisik ethernet jaringan disebut dengan Switched Ethernet LANs.
Router Router
Alat yang bertugas untuk mengantarkan paket data dalam jaringan. router dapat
digunakan jika tersambung paling tidak dengan dua jaringan yang berbeda
sehingga pengaturan tersebut membutuhkan sebuah router.Router berada di sisi gateway
sebuah tempat dimana dua jaringan LAN atau lebih untuk disambungkan. Router
menggunakan HEADERS dan daftar tabel pengantar (Forwarding Table) untuk
menentukan posisi yang terbaik untuk mengantarkan sebuah paket jaringan dan
juga menggunakan protokol seperti ICMP,HTTP untuk berkomunikasi dengan LAN
lainnya dengan konfigurasi terbaik untuk jalur antar dua host manapun.
Bridge
Pengertian dari sebuah bridge adalah bekarja pada data link layer pada OSI.
bridge adal alat yang digunakan pada suatu jaringan yang berfungsi untuk
memisahkan sebuah jaringan yang luas menjadi segment yang lebih kecil. bridge
membaca alamat MAC (media access control0 dari setiap paket data yang diterima
yang kemudian akan mempelajari dridging table untuk memutuskan apa yang akan
dikerjakan bridge selanjutnya pada paket data tersebut, apakah diteruskan atau
di abaikan. jika switch menpunyai domein collision sendiri-sendiri disetiap
portnya, begitu juga dengan bridge memiliki domain collision ttetepi ia juga
dapat membaginya dari sebuah domain collision yang besar menjadi yang lebih
kecil, dah bridge hanya akan melewatkan paket data antar segment – segment jika
hanya segment itu sangat diperlukan Terdapat
tiga jenis bridge jaringan yang umum dijumpai:
Bridge Lokal : sebuah bridge yang dapat menghubungkan segmen-segmen jaringan
lokal.
Bridge Remote : dapat digunakan untuk membuat sebuah sambungan (link) antara
LAN untuk membuat sebuah Wide Area Network.
Bridge Nirkabel : sebuah bridge yang dapat menggabungkan jaringan LAN berkabel
dan jaringan LAN nirkabel. Gateway Gateway adalah sebuah
perangkat yang digunakan untuk menghubungkan satu jaringan komputer dengan satu
atau lebih jaringan komputer yang menggunakan protokol komunikasi yang berbeda
sehingga informasi dari satu jaringan computer dapat diberikan kepada jaringan
komputer lain yang protokolnya berbeda. Definisi tersebut adalah definisi
gateway yang utama. Seiring
dengan merebaknya internet, definisi gateway seringkali bergeser. Tidak jarang
pula pemula menyamakan “gateway” dengan “router” yang sebetulnya tidak benar. Kadangkala,
kata “gateway” digunakan untuk mendeskripkan perangkat yang menghubungkan
jaringan komputer besar dengan jaringan komputer besar lainnya. Hal ini muncul
karena seringkali perbedaan protokol komunikasi dalam jaringan komputer hanya
terjadi di tingkat jaringan komputer yang besar.
Internet Protocol (IP)
address adalah alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang
berpartisipasi dalam jaringan komputer yang memanfaatkan Internet Protocol
untuk komunikasi antara node-nya. Walaupun alamat IP disimpan sebagai angka
biner, mereka biasanya ditampilkan agar memudahkan manusia menggunakan notasi,
seperti 208.77.188.166 (untuk IPv4), dan 2001: db8: 0:1234:0:567:1:1 (untuk
IPv6). Peran alamat IP adalah sebagai berikut: "Sebuah nama menunjukkan
apa yang kita mencari. Sebuah alamat menunjukkan di mana ia berada. Sebuah
route menunjukkan bagaimana menuju ke sana." Perancang awal dari
TCP/IP menetapkan sebuah alamat IP sebagai nomor 32-bit, dan sistem ini, yang
kini bernama Internet Protocol Version 4 (IPv4), masih digunakan hari ini.
Namun, karena pertumbuhan yang besar dari Internet dan penipisan yang terjadi
pada alamat IP, dikembangkan sistem baru (IPv6), menggunakan 128 bit untuk
alamat, dikembangkan pada tahun 1995 dan terakhir oleh standar RFC 2460 pada
tahun 1998. Internet Protocol juga
memiliki tugas routing paket data antara jaringan, alamat IP dan menentukan
lokasi dari node sumber dan node tujuan dalam topologi dari sistem routing.
Untuk tujuan ini, beberapa bit pada alamat IP yang digunakan untuk menunjuk
sebuah subnetwork. Jumlah bit ini ditunjukkan dalam notasi CIDR, yang
ditambahkan ke alamat IP, misalnya, 208.77.188.166/24. Dengan pengembangan
jaringan pribadi / private network, alamat IPv4 menjadi kekurangan, sekelompok
alamat IP private dikhususkan oleh RFC 1918. Alamat IP private ini dapat
digunakan oleh siapa saja di jaringan pribadi / private network. Mereka sering
digunakan dengan Network Address Translation (NAT) untuk menyambung ke Internet
umum global. Internet Assigned
Numbers Authority (IANA) yang mengelola alokasi alamat IP global. IANA bekerja
bekerja sama dengan lima Regional Internet Registry (RIR) mengalokasikan blok
alamat IP lokal ke Internet Registries (penyedia layanan Internet) dan lembaga
lainnya.
Alamat IP (Internet
Protocol Address atau sering disingkat IP) adalah deretan angka biner antar
32-bit sampai 128-bit yang dipakai sebagai alamat identifikasi untuk tiap
komputer host dalam jaringanInternet. Panjang dari angka ini adalah 32-bit
(untuk IPv4 atau IP versi 4), dan 128-bit (untuk IPv6 atau IP versi 6) yang
menunjukkan alamat dari komputer tersebut pada jaringan Internet berbasis
TCP/IP. Sistem pengalamatan IP
ini terbagi menjadi dua, yakni: IP versi 4 (IPv4)§ IP versi 6 (IPv6)§ Pengiriman data dalam
jaringan TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim dan komputer penerima.
IP address memiliki dua bagian, yaitu alamat jaringan (network address) dan
alamat komputer lokal (host address) dalam sebuah jaringan. Alamat jaringan
digunakan oleh router untuk mencari jaringan tempat sebuah komputer lokal
berada, semantara alamat komputer lokal digunakan untuk mengenali sebuah
komputer pada jaringan lokal. Informasi ini bisa
diketahui dengan mengkombinasikan IP address dengan 32-bit angka subnet mask.
IP address memiliki beberapa kelas berdasarkan kapasitasnya, yaitu Class A
dengan kapasitas lebih dari 16 juta komputer, Class B dengan kapasitas lebih
dari 65 ribu komputer, dan Class C dengan kapasitas 254 komputer.
Alamat IP versi 4 Alamat IPv4 terbagi
menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut: Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang§ ditentukan untuk sebuah
antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat Unicast
digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one. Alamat Broadcast, merupakan§ alamat IPv4 yang didesain agar
diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast
digunakan dalam komunikasi one-to-everyone. Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang§ didesain agar diproses oleh
satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat
multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.
Representasi Alamat Alamat IP versi 4
umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotted-decimal notation),
yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku
referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran
8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat
beberapa pengecualian nilai). Alamat IP yang
dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan
ke dalam dua buah bagian, yakni: § Network Identifier/NetID atau
Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk
mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada. Template:BrSemua
sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network
identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah
internetwork. Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255. Host§ Identifier/HostID atau Host address (alamat host)
yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host di dalam jaringan.
Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik
di dalam network identifier di mana ia berada.
Alamat Unicast IP
versi 4 Dalam RFC 791, alamat
Unicast IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet
pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas
IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah
bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih
cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal. Kelas Alamat IP Oktet
pertamaTemplate:Br(desimal) Oktet
pertamaTemplate:Br(biner) Digunakan oleh Kelas A 1–126 0xxx
xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala besar Kelas B 128–191 1xxx
xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar Kelas C 192–223 110x
xxxx Alamat unicast untuk jaringan skala kecil Kelas D 224–239 1110
xxxx Alamat multicast (bukan alamat unicast) Kelas E 240–255 1111
xxxx Direservasikan;umumnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen);
(bukan alamat unicast)
Kelas A Alamat-alamat unicast
kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam
alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya—untuk
melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya
(atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan
kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya.
Alamat dengan oktet awal 127 tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme
Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.
Kelas B Alamat-alamat unicast
kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit
pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner
10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah
network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host
identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap
network-nya.
Kelas C Alamat IP unicast
kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam
oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit
selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network
identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host
identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254
host untuk setiap network-nya.
Kelas D Alamat IP kelas D
disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga
kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan
biner 1110. 28 bitsisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali
host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast
IPv4.
Kelas E Alamat IP kelas E
disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau
percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama
selalu diset kepada bilangan biner1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat
yang dapat digunakan untuk mengenali host. Kelas Alamat Nilai
oktet pertama Bagian untuk Network Identifier Bagian untuk Host Identifier
Jumlah jaringan maksimum Jumlah host dalam satu jaringan maksimum Kelas A 1–126 W X.Y.Z
126 16,777,214 Kelas B 128–191 W.X
Y.Z 16,384 65,534 Kelas C 192–223 W.X.Y
Z 2,097,152 254 Kelas D 224-239
Multicast IP Address Multicast IP Address Multicast IP Address Multicast IP
Address Kelas E 240-255
Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen Dicadangkan; eksperimen
Dicadangkan; eksperimen
Catatan: Penggunaan
kelas alamat IP sekarang tidak relevan lagi, mengingat sekarang alamat IP sudah
tidak menggunakan kelas alamat lagi. Pengemban otoritas Internet telah melihat
dengan jelas bahwa alamat yang dibagi ke dalam kelas-kelas seperti di atas
sudah tidak mencukupi kebutuhan yang ada saat ini, di saat penggunaan Internet
yang semakin meluas. Alamat IPv6 yang baru sekarang tidak menggunakan kelas-kelas
seperti alamat IPv4. Alamat yang dibuat tanpa mempedulikan kelas disebut juga
dengan classless address.
Alamat IP lainnya Jika ada sebuah
intranet tidak yang terkoneksi ke internet, semua alamat IP dapat digunakan.
Jika koneksi dilakukan secara langsung (dengan menggunakan teknik routing) atau
secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy server), maka ada dua jenis
alamat yang dapat digunakan di dalam internet, yaitu public address (alamat
publik) dan private address (alamat pribadi).
Alamat publik alamat publik adalah
alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah
network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang
menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke
Internet. Ketika beberapa alamat
publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah
router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat
mencapai lokasinya. Di internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan
dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan internet.
Alamat ilegal Intranet-intranet
pribadi yang tidak memiliki kemauan untuk mengoneksikan intranetnya ke internet
dapat memilih alamat apapun yang mereka mau, meskipun menggunakan alamat publik
yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika sebuah organisasi selanjutnya
memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke internet, skema alamat yang
digunakannya mungkin dapat mengandung alamat-alamat yang mungkin telah ditetapkan
oleh InterNIC atau organisasi lainnya. Alamat-alamat tersebut dapat menjadi
konflik antara satu dan lainnya, sehingga disebut juga dengan illegal address,
yang tidak dapat dihubungi oleh host lainnya.
Alamat Privat Setiap node IP
membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik terhadap internetwork IP.
Pada kasus internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke
internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap
internet. Karena perkembangan internet yang sangat amat pesat,
organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke internet
membutuhkan sebuah alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya
tersebut. Tentu saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik
secara global. Ketika menganalisis
kebutuhan pengalamatan yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi, para desainer
internet memiliki pemikiran yaitu bagi kebanyakan organisasi, kebanyakan host
di dalam intranet organisasi tersebut tidak harus terhubung secara langsung ke
internet. Host-host yang membutuhkan sekumpulan layanan internet, seperti
halnya akses terhadap web atau e-mail, biasanya mengakses layanan internet
tersebut melalui gateway yang berjalan di atas lapisan aplikasi seperti proxy
server atau e-mail server. Hasilnya, kebanyakan organisasi hanya membutuhkan
alamat publik dalam jumlah sedikit saja yang nantinya digunakan oleh node-node
tersebut (hanya untuk proxy, router, firewall, atau translator) yang terhubung
secara langsung ke internet. Untuk host-host di dalam
sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke internet,
alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan
mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer
internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut
sebagai ruangan alamat pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan
alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP
yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi.
Karena di antara ruangan alamat publik dan ruangan alamat pribadi tidak saling
melakukan overlapping, maka alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat
publik, dan tidak pula sebaliknya. Ruangan alamat pribadi
yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat
berikut: 10.0.0.0/8§ 172.16.0.0/12§ § 192.168.0.0/16
10.0.0.0/8 Jaringan pribadi
(private network) 10.0.0.0/8 merupakan sebuah network identifier kelas A yang
mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254. Private
network 10.0.0.0/8 memiliki 24 bit host yang dapat digunakan untuk skema
subnetting di dalam sebuah organisasi privat. [edit]172.16.0.0/12 Jaringan pribadi
172.16.0.0/12 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16 network
identifier kelas B atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bit yang
dapat ditetapkan sebagai host identifier, yang dapat digunakan dengan
menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan
privat 17.16.0.0/12 mengizinkan alamat-alamat IP yang valid dari172.16.0.1
hingga 172.31.255.254.
192.168.0.0/16 Jaringan pribadi
192.168.0.0/16 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256 network
identifier kelas C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang
dapat ditetapkan sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan
menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi privat. Alamat
private network 192.168.0.0/16 dapat mendukung alamat-alamat IP yang valid dari
192.168.0.1 hingga 192.168.255.254.
169.254.0.0/16 Alamat jaringan ini
dapat digunakan sebagai alamat privat karena memang IANA mengalokasikan untuk
tidak menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam ruang alamat ini adalah
169.254.0.1hingga 169.254.255.254, dengan alamat subnet mask 255.255.0.0.
Alamat ini digunakan sebagai alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut
dengan Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA)). Hasil dari penggunaan
alamat-alamat privat ini oleh banyak organisasi adalah menghindari kehabisan
dari alamat publik, mengingat pertumbuhan internet yang sangat pesat. Karena alamat-alamat
IP di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan ditetapkan oleh Internet Network
Information Center (InterNIC) (atau badan lainnya yang memiliki otoritas)
sebagai alamat publik, maka tidak akan pernah ada rute yang menuju ke
alamat-alamat pribadi tersebut di dalam router internet. Kompensasinya, alamat
pribadi tidak dapat dijangkau dari internet. Oleh karena itu, semua lalu lintas
dari sebuah host yang menggunakan sebuah alamat pribadi harus mengirim request
tersebut ke sebuah gateway (seperti halnya proxy server), yang memiliki sebuah
alamat publik yang valid, atau memiliki alamat pribadi yang telah ditranslasikan
ke dalam sebuah alamat IP publik yang valid dengan menggunakan Network Address
Translator (NAT) sebelum dikirimkan ke internet.
Alamat Multicast IP
versi 4 Alamat IP Multicast
(multicast IP address) adalah alamat yang digunakan untuk menyampaikan satu
paket kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki alamat
multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan
diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang
berada dalam kondisi "listening" terhadap lalu lintas jaringan yang
dikirimkan ke alamat multicast tersebut. Dengan cara ini, alamat multicast pun
menjadi cara yang efisien untuk mengirimkan paket data dari satu sumber ke
beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan
dalam RFC 1112. Alamat-alamat
multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4,
yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 239.255.255.255. Prefiks alamat
224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan
karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet
lokal. Daftar alamat
multicast yang ditetapkan oleh IANA dapat dilihat pada situs IANA.
Alamat Broadcast IP
versi 4 Alamat broadcast IP
versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data
"satu-untuk-semua". Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan
paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di
dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya.
Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast
hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat
digunakan sebagai alamat sumber. Ada empat buah jenis
alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast,
all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis
alamat broadcast tersebut, paket IPbroadcast akan dialamatkan kepada lapisan
antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh
teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk
jaringanEthernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke
alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FF-FF-FF-FF-FF.
Network Broadcast Alamat network
broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host
menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful). Contohnya
adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah
131.107.255.255. Alamat network broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah
paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah jaringan yang berbasis
kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat
network broadcast.
Subnet broadcast Alamat subnet
broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host
menjadi 1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless). Sebagai
contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya adalah
131.107.26.255. Alamat subnet broadcast digunakan untuk mengirimkan paket ke semua
host dalam sebuah jaringan yang telah dibagi dengan carasubnetting, atau
supernetting. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan
alamat subnet broadcast. Alamat subnet
broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat
IP, sementara itu, alamat network broadcast tidak terdapat di dalam sebuah
jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.
All-subnets-directed
broadcast Alamat IP ini adalah
alamat broadcast yang dibentuk dengan mengeset semua bit-bit network identifier
yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak
berkelas (classless). Sebuah paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini akan
disampaikan ke semua host dalam semua subnet yang dibentuk dari network identifer
yang berbasis kelas yang asli. Contoh untuk alamat ini adalah untuk sebuah
network identifier 131.107.26.0/24, alamat all-subnets-directed broadcast
untuknya adalah 131.107.255.255. Dengan kata lain, alamat ini adalah alamat
jaringanbroadcast dari network identifier alamat berbasis kelas yang asli.
Dalam contoh di atas, alamat 131.107.26.0/24 yang merupakan alamat kelas B,
yang secara default memiliki network identifer 16, maka alamatnya adalah
131.107.255.255. Semua host dari sebuah
jaringan dengan alamat tidak berkelas akan menengarkan dan memproses
paket-paket yang dialamatkan ke alamat ini. RFC 922 mengharuskan router IP
untuk meneruskan paket yang di-broadcast ke alamat ini ke semua subnet dalam
jaringan berkelas yang asli. Meskipun demikian, hal ini belum banyak
diimplementasikan. Dengan banyaknya
alamat network identifier yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak
relevan lagi dengan perkembangan jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan alamat
jenis ini telah ditinggalkan.
Limited broadcast Alamat ini adalah
alamat yang dibentuk dengan mengeset semua 32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1
(11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini digunakan
ketika sebuahnode IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone di
dalam sebuah jaringan lokal tetapi ia belum mengetahui network identifier-nya.
Contoh penggunaanya adalah ketika proses konfigurasi alamat secara otomatis
dengan menggunakan Boot Protocol (BOOTP) atau Dynamic Host Configuration
Protocol (DHCP). Sebagai contoh, dengan DHCP, sebuah klien DHCP harus
menggunakan alamat ini untuk semua lalu lintas yang dikirimkan hingga server
DHCP memberikan sewaan alamat IP kepadanya. Semua host, yang
berbasis kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses paket jaringan yang
dialamatkan ke alamat ini. Meskipun kelihatannya dengan menggunakan alamat ini,
paket jaringan akan dikirimkan ke semua node di dalam semua jaringan, ternyata
hal ini hanya terjadi di dalam jaringan lokal saja, dan tidak akan pernah
diteruskan oleh router IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam
segmen jaringan lokal saja. Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited
broadcast.
Alamat IP versi 6 Berbeda dengan IPv4
yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya
mencapai 4,294,967,296 alamat), IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun
total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar
alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai
beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total
alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat
besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis
(hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang
disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan
tabel routing. Sama seperti halnya
IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat
otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka
dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan
stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa
DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration. Seperti halnya IPv4
yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat
jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat
host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat
tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut
dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah
Format Prefix. Pengalamatan IPv6
didefinisikan dalam RFC 2373.
Format Alamat Dalam IPv6, alamat
128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan
ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan
heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya,
format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan
colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal
format. Berikut ini adalah
contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner: 00100001110110100000000011010011000000000000000000101111001110110000001010101010000000001111111111111110001010001001110001011010 Untuk menerjemahkannya
ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas
harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit: 0010000111011010
0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010
0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010 Lalu, setiap blok
berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal
dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda
titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut: 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A
Penyederhanaan bentuk
alamat Alamat di atas juga
dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok yang
berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan
membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi: 21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A Konvensi pengalamatan
IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan
membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika
sebuah alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format
mengandung beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat
disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah titik dua (::). Untuk
menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini sebaiknya
hanya digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya
pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh
setiap tanda dua titik dua (::) yang terdapat dalam alamat tersebut. Tabel
berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini. Alamat asli Alamat
asli yang disederhanakan Alamat setelah dikompres FE80:0000:0000:0000:02AA:00FF:FE9A:4CA2
FE80:0:0:0:2AA:FF:FE9A:4CA2 FE80::2AA:FF:FE9A:4CA2 FF02:0000:0000:0000:0000:0000:0000:0002
FF02:0:0:0:0:0:0:2 FF02::2 Untuk menentukan
berapa banyak bit bernilai 0 yang dibuang (dan digantikan dengan tanda dua
titik dua) dalam sebuah alamat IPv6, dapat dilakukan dengan menghitung berapa
banyak blok yang tersedia dalam alamat tersebut, yang kemudian dikurangkan
dengan angka 8, dan angka tersebut dikalikan dengan 16. Sebagai contoh, alamat
FF02::2 hanya mengandung dua blok alamat (blok FF02dan blok 2). Maka, jumlah bit
yang dibuang adalah (8-2) x 16 = 96 buah bit.
Format Prefix Dalam IPv4, sebuah
alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat direpresentasikan dengan
menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki
angka prefiks, tapi tidak didugnakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena
memang IPv6 tidak mendukung subnet mask. Prefiks adalah sebuah
bagian dari alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau
bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier.
Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya
prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks
mementukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai
contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut: 3FFE:2900:D005:F28B::/64 Pada contoh di atas,
64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara
64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID. Jenis-jenis Alamat IPv6 IPv6 mendukung
beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut: Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi§ secara point-to-point, secara
langsung antara dua host dalam sebuah jaringan. Alamat Multicast, yang menyediakan metode
untuk§ mengirimkan sebuah paket data
ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam
komunikasi one-to-many. § Alamat Anycast, yang
menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah
group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini
juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan
hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa. Jika dilihat dari
cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi alamat-alamat
berikut: § Link-Local, merupakan sebuah
jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan
komputer lainnya dalam satu subnet. Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang§ mengizinkan sebuah komputer
agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet. Global Address, merupakan sebuah§ jenis alamat yang mengizinkan
sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet
IPv6.
Sementara itu, cakupan
alamat multicast dimasukkan ke dalam struktur alamat. Unicast Address Alamat unicast IPv6
dapat diimplementasikan dalam berbagai jenis alamat, yakni: Alamat unicast global§ § Alamat unicast site-local Alamat unicast link-local§ § Alamat unicast yang belum
ditentukan (unicast unspecified address) § Alamat unicast loopback Alamat Unicast 6to4§ Alamat§ Unicast ISATAP
Unicast global
addresses Alamat unicast global
IPv6 mirip dengan alamat publik dalam alamat IPv4. Dikenal juga sebagai
Aggregatable Global Unicast Address. Seperti halnya alamat publik IPv4 yang
dapat secara global dirujuk oleh host-host di Internet dengan menggunakan
proses routing, alamat ini juga mengimplementasikan hal serupa. Struktur alamat
IPv6 unicast global terbagi menjadi topologi tiga level (Public, Site, dan
Node). Field Panjang
Keterangan 001 3 bit Berfungsi
sebagai tanda pengenal alamat, bahwa alamat ini adalah sebuah alamat IPv6
Unicast Global. Top Level Aggregation
Identifier (TLA ID) 13 bit Berfungsi sebagai level tertinggi dalam hierarki routing.
TLA ID diatur oleh Internet Assigned Name Authority (IANA), yang
mengalokasikannya ke dalam daftarInternet registry, yang kemudian mengolasikan
sebuah TLA ID ke sebuah ISP global. Res 8 bit
Direservasikan untuk penggunaan pada masa yang akan datang (mungkin untuk
memperluas TLA ID atau NLA ID). Next Level Aggregation
Identifier (NLA ID) 24 bit Berfungsi sebagai tanda pengenal milik situs (site)
kustomer tertentu. Site Level Aggregation
Identifier (SLA ID) 16 bit Mengizinkan hingga 65536 (216) subnet dalam sebuah
situs individu. SLA ID ditetapkan di dalam sebuah site. ISP tidak dapat
mengubah bagian alamat ini. Interface ID 64 bit
Berfungsi sebagai alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik (yang
ditentukan oleh SLA ID).
Unicast site-local
addresses Alamat unicast
site-local IPv6 mirip dengan alamat privat dalam IPv4. Ruang lingkup dari
sebuah alamat terdapat pada internetwork dalam sebuah site milik sebuah
organisasi. Penggunaan alamat unicast global dan unicast site-local dalam
sebuah jaringan adalah mungkin. Prefiks yang digunakan oleh alamat ini adalah
FEC0::/48. Field Panjang
Keterangan 111111101100000000000000000000000000000000000000
48 bit Nilai ketetapan alamat unicast site-local Subnet Identifier 16
bit Mengizinkan hingga 65536 (216) subnet dalam sebuah struktur subnet datar.
Administrator juga dapat membagi bit-bit yang yang memiliki nilai tinggi
(high-order bit) untuk membuat sebuah infrastruktur routing hierarkis. Interface Identifier
64 bit Berfungsi sebagai alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik.
Unicast link-local
address Alamat unicast
link-local adalah alamat yang digunakan oleh host-host dalam subnet yang sama.
Alamat ini mirip dengan konfigurasi APIPA (Automatic Private Internet Protocol
Addressing) dalamsistem operasi Microsoft Windows XP ke atas. host-host yang
berada di dalam subnet yang sama akan menggunakan alamat-alamat ini secara
otomatis agar dapat berkomunikasi. Alamat ini juga memiliki fungsi resolusi
alamat, yang disebut dengan Neighbor Discovery. Prefiks alamat yang digunakan
oleh jenis alamat ini adalah FE80::/64. Field Panjang
Keterangan 1111111010000000000000000000000000000000000000000000000000000000
64 bit Berfungsi sebagai tanda pengenal alamat unicast link-local. Interface ID 64 bit
Berfungsi sebagai alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik.
Unicast unspecified
address Alamat Unicast yang
belum ditentukan adalah alamat yang belum ditentukan oleh seorang administrator
atau tidak menemukan sebuah DHCP Server untuk meminta alamat. Alamat ini sama
dengan alamat IPv4 yang belum ditentukan, yakni 0.0.0.0. Nilai alamat ini dalam
IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:0 atau dapat disingkat menjadi dua titik dua (::).
Unicast Loopback
Address Alamat unicast
loopback adalah sebuah alamat yang digunakan untuk mekanisme interprocess
communication (IPC) dalam sebuah host. Dalam IPv4, alamat yang ditetapkan
adalah 127.0.0.1, sementara dalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:1, atau ::1.
Unicast 6to4 Address Alamat unicast 6to4
adalah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam Internet IPv4
agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini sering digunakan sebagai pengganti
alamat publik IPv4. Alamat ini aslinya menggunakan prefiks alamat 2002::/16,
dengan tambahan 32 bit dari alamat publik IPv4 untuk membuat sebuah prefiks
dengan panjang 48-bit, dengan format 2002:WWXX:YYZZ::/48, di mana WWXX dan YYZZ
adalah representasi dalam notasi colon-decimal format dari notasi
dotted-decimal format w.x.y.z dari alamat publik IPv4. Sebagai contoh alamat 157.60.91.123
diterjemahkan menjadi 2002:9D3C:5B7B::/48. Meskipun demikian,
alamat ini sering ditulis dalam format IPv6 Unicast global address,
2002:WWXX:YYZZ:SLA ID:Interface ID.
Unicast ISATAP Address Alamat Unicast ISATAP
adalah sebuah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam sebuah
Intranet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini menggabungkan prefiks
alamatunicast link-local, alamat unicast site-local atau alamat unicast global
(yang dapat berupa prefiks alamat 6to4) yang berukuran 64-bit dengan 32-bit
ISATAP Identifier (0000:5EFE), lalu diikuti dengan 32-bit alamat IPv4 yang
dimiliki oleh interface atau sebuah host. Prefiks yang digunakan dalam alamat
ini dinamakan dengan subnet prefix. Meski alamat 6to4 hanya dapat menangani alamat
IPv4 publik saja, alamat ISATAP dapat menangani alamat pribadi IPv4 dan alamat
publik IPv4.
Multicast Address Alamat multicast IPv6
sama seperti halnya alamat multicast pada IPv4. Paket-paket yang ditujukan ke
sebuah alamat multicast akan disampaikan terhadap semua interface yang dikenali
oleh alamat tersebut. Prefiks alamat yang digunakan oleh alamat multicast IPv6
adalah FF00::/8. Field Panjang
Keterangan 1111 1111 8 bit Tanda
pengenal bahwa alamat ini adalah alamat multicast. Flags 4 bit Berfungsi
sebagai tanda pengenal apakah alamat ini adalah alamat transient atau bukan.
Jika nilainya 0, maka alamat ini bukan alamat transient, dan alamat ini merujuk
kepada alamat multicast yang ditetapkan secara permanen. Jika nilainya 1, maka
alamat ini adalah alamat transient. Scope 4 bit Berfungsi
untuk mengindikasikan cakupan lalu lintas multicast, seperti halnya
interface-local, link-local, site-local, organization-local atau global. Group ID 112 bit
Berfungsi sebagai tanda pengenal group multicast
Anycast Address Alamat Anycast dalam
IPv6 mirip dengan alamat anycast dalam IPv4, tapi diimplementasikan dengan cara
yang lebih efisien dibandingkan dengan IPv4. Umumnya, alamat anycast digunakan
olehInternet Service Provider (ISP) yang memiliki banyak klien. Meskipun alamat
anycast menggunakan ruang alamat unicast, tapi fungsinya berbeda daripada
alamat unicast. IPv6 menggunakan
alamat anycast untuk mengidentifikasikan beberapa interface yang berbeda. IPv6
akan menyampaikan paket-paket yang dialamatkan ke sebuah alamat anycast ke
interface terdekat yang dikenali oleh alamat tersebut. Hal ini sangat berbeda
dengan alamat multicast, yang menyampaikan paket ke banyak penerima, karena
alamat anycast akan menyampaikan paket kepada salah satu dari banyak penerima.
Perbandingan Alamat
IPv6 dan IPv4 Tabel berikut
menjelaskan perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan alamat IP
versi 6. Kriteria Alamat IP
versi 4 Alamat IP versi 6
Panjang alamat 32 bit
128 bit Jumlah total host
(teoritis) 232=±4 miliar host 2128 Menggunakan kelas
alamat Ya, kelas A, B, C, D, dan E. Template:BrBelakangan tidak digunakan lagi,
mengingat telah tidak relevan dengan perkembangan jaringan Internet yang pesat.
Tidak Alamat multicast Kelas
D, yaitu 224.0.0.0/4 Alamat multicast IPv6,
yaituFF00:/8 Alamat broadcast Ada Tidak ada Alamat yang belum
ditentukan 0.0.0.0 :: Alamat loopback 127.0.0.1 ::1 Alamat IP publik
Alamat IP publik IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Internet (IANA) Alamat IPv6 unicast
global Alamat IP pribadi
Alamat IP pribadi IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Internet Alamat IPv6 unicast
site-local(FEC0::/48) Konfigurasi alamat
otomatis Ya (APIPA) Alamat IPv6 unicast link-local(FE80::/64) Representasi tekstual
Dotted decimal format notation Colon hexadecimal format notation Fungsi Prefiks Subnet
mask atau panjang prefiks Panjang prefiks Resolusi alamat DNS A Resource Record
(Single A) AAAA Resource Record (Quad A)