Pengertian Fiber Optik
Yang dimaksud dengan Fiber Optik (Fiber
Optic) adalah sebuah kabel terbuat dari kaca atau plastik yang digunakan
untuk mentransmisikan sinyal cahaya dari sumber ke tempat tujuan. Cahaya yang
terdapat dalam fiber optik sulit keluar karena indeks bias kaca lebih
besar dibandingkan indeks bias udara. Sumber cahaya yang digunakan adalah
laser, karena laser mempunyai spektrum yang sangat sempit. Kecepatan transmisi
fiber optik sangat tinggi sehingga sangat bagus digunakan sebagai media
komunikasi.
Bagian-bagian fiber optic
Core adalah kaca tipis yang merupakan bagian inti dari
fiber optik yang dimana pengiriman sinar dilakukan.
Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core).
Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.
Cladding adalah materi yang mengelilingi inti yang berfungsi memantulkan sinar kembali ke dalam inti(core).
Buffer Coating adalah plastic pelapis yang melindungi fiber dari kerusakan.
Fiber optik umumnya digunakan dalam sistem
telekomunikasi serta dalam pencahayaan, sensor, dan optik pencitraan. Fiber
optik terdiri dari 2 bagian, yaitu cladding dan core. Cladding adalah
selubung dari core. Cladding mempunyai indeks bias lebih rendah dari pada core
akan memantulkan kembali cahaya yang mengarah keluar dari core kembali kedalam
core lagi. Efisiensi dari fiber optik ditentukan oleh kemurnian dari bahan
penyusun gelas. Semakin murni bahan gelas tersebut maka akan semakin sedikit
cahaya yang diserap oleh fiber optik.
Fiber optik sangat halus sehingga jika tertusuk olehnya akan sampai ke pembuluh darah. Hal ini tentunya akan mengganggu peradaran darah di tubuh kita. Oleh karena itu, perlu berhati-hati agar jangan sampai fiber optik melukai anggota tubuh kita.
Fiber optik sangat halus sehingga jika tertusuk olehnya akan sampai ke pembuluh darah. Hal ini tentunya akan mengganggu peradaran darah di tubuh kita. Oleh karena itu, perlu berhati-hati agar jangan sampai fiber optik melukai anggota tubuh kita.
Teknologi Fiber Optik
Sistem komunikasi data fiber optik
menggunakan laser LED (Light-Emitting Diode) sebagai sumber
pembawa gelombang optik dan Fiber Optic Multimode Graded Index sebagai
media transmisi. Sedangkan untuk modem (modulasi dan demodulasi) digunakan
modem ZAT-16 dengan interface RS-232-C V.24 / V.28 dan protokol asinkronous sebagai
penghubung antara komputer dan piranti-pirantinya.
a. Perambatan cahaya pada fiber optik
Penemuan fiber optik sebagai media transmisi
pada suatu sistem komunikasi didasarkan pada hukum Snellius untuk
perambatan cahaya pada media transparan seperti pada kaca yang terbuat dari kuartz berkualitas
tinggi dan dibentuk dari dua lapisan utama yaitu lapisan inti yang
biasanya disebut core terletak pada lapisan yang paling dalam
dengan indeks bias n1 dan dilapisi oleh cladding dengan
indeks bias n2 yang lebih kecil dari n1.
Jika seberkas sinar masuk pada suatu ujung
fiber optik (media yang transparan) dengan sudut kritis dan sinar itu datang
darimedium yang mempunyai indeks bias lebih kecil dari udara menuju inti fiber
optik (kuartz murni) yang mempunyai indeks bias yang lebih besar maka seluruh
sinar akan merambat sepanjang inti (core) fiber optik menuju ujung yang satu (Hukum
Snellius).
b. Transmitter (Pengirim)
Transmitter terdiri dari 2 bagian yaitu :
Transmitter terdiri dari 2 bagian yaitu :
- Rangkaian
elektrik berfungsi
untuk mengkonversi dari sinyal digital menjadi sinyal analog, selanjutnya
data tersebut disisipkan ke dalam sinyal gelombang optik yang telah
termodulasi
- Sumber
gelombang optik berupa
sinar Laser Diode (LD) dan LED (light emmiting diode) yang pemakaiannya
disesuaikan dengan sistem komunikasi yang diperlukan.
- Laser
Diode (LD)
dapat digunakan untuk sistem komunikasi optik yang sangat jauh seperti
Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) dan Sistem Komunikasi Fiber Optik
(SKSO), oleh karena laser LD memiliki karakteristik yang handal, dimana
dapat memancarkan daya dengan intensitas yang tinggi, stabil, hampir
monokromatis, terfokus, dan merambat dengan kecepatan sangat tinggi
sehingga dapat menempuh jarak sangat jauh. Pembuatannya sangat sulit
karena memerlukan spesifikasi tertentu sehingga harganyapun mahal. Jadi LD
tidak ekonomis dan tidak efisien jika digunakan untuk sistem komunikasi
jarak dekat dan pada trafik kurang padat.
Light Emmiting Diode (LED)
digunakan untuk sistem komunikasi jarak sedang dan dekat agar sistem
dapat ekonomis dan efektif, karena Light Emmiting Diode lebih
mudah pembuatannya, sehingga harganya pun lebih murah.
Ilustrasi komunikasi data menggunakan fiber
optik.
c. Receiver (Penerima)
Receiver terdiri dari 2 bagian yaitu detektor penerima dan rangakaian elektrik.
- Detektor
penerima berfungsi
untuk menangkap cahaya yang berupa gelombang optik pembawa informasi, yang
dapat berupa PIN diode atau APD (Avalance Photo Diode),
pemilihannya tergantung keperluan sistem komunikasinya.
- Untuk
melakukan komunikasi jarak jauh digunakan detektor APD yang mampu bekerja
pada panjang gelombang 1300 nano meter, 1500 nano meter serta 1550 nano
meter dengan kualitas yang baik.
- Untuk
melakukan komunikasi jarak pendek akan lebih efisien jika menggunakan
detektor PIN diode, karena PIN diode sangat baik digunakan untuk bit
rate rendah dan sensitivitasnya tinggi untuk LED.
- Rangkaian
elektrik berfungsi
untuk mengkonversi cahaya pembawa informasi informasi yang dibawa dengan
melakukan regenerasi timing, regenerasi pulse serta konversi sinyal
elektrik ke sinyal digital dan sebaliknya dalam interface V.28.
d. Atenuasi
Atenuasi adalah besaran pelemahan energi
sinyal informasi dari fiber optik yangdinyatakan dalam dB. Atenuasi
disebabkanoleh 3 faktor utama yaitu absorpsi, hamburan (scattering) dan
mikro-bending.Gelas merupakan bahan pembuat fiber optik yang umumnya terbentuk
dari silikon-dioksida ( SiO2). Variasi indeks bias diperoleh dengan cara
menambahkan bahan lain seperti titanium, thallium, germanium atau boron. Dengan
susunan bahan yang tepat maka akan diperoleh atenuasi sekecil mungkin. Atenuasi
menyebabkan pelemahan energi sehingga amplitudo gelombang yang sampai pada
penerima menjadi lebih kecil dibandingkan dengan amplitudo yang dikirimkan oleh
pemancar.
Karakteristik Transmisi
Sifat transmisi dapat dijelaskan sebagai berikut:
Sifat transmisi dapat dijelaskan sebagai berikut:
- Informasi
yang akan ditransmisikan berupa data dalam bentuk digital, sedangkan
sinyal pembawa carrier yang akan melewati media transmisi
fiber optik berupa sinyal analog.
- Untuk
itu diperlukan proses modulasi dan demodulasi yaitu proses yang mengubah
data digital menjadi analog dan sebaliknya menggunakan sebuah Modem dengan
pirantinya.
- Fiber
optik yang digunakan sebagai media transmisi adalah fiber optik multimode
graded index.
Tipe-tipe Fiber Optik
Seperti telah dijelaskan pada bagian
sebelumnya, ada tiga tipe fiber optik yang umumnya digunakan untuk komunikasi
data yaitu: Single-mode, mutimode graded-index, dan multimode
step-index.
a. Singlemode
Jenis fiber optik yang memiliki fiber tunggal dengan diamater antara 8.3 - 10 mikron yang mempunyai transmisi satu mode. Singlemode dengan garis tengah (diameter) sempit hanya dapat menyebarkan antara 1310 – 1550 nano meter. Singlemode dapat mentransmisikan di atas rata-rata dan 50 kali lipat jarak dibandingkan multimode. Fiber singlemode memiliki core lebih kecil dibandingkan multimode. Core kecil tersebut dan gelombang cahaya tunggal dapat mengurangi distorsi yang diakibatkan overlap cahaya, penyediaan sedikit sinyal atenuasi dan kecepatan transmisi yang tinggi.
Jenis fiber optik yang memiliki fiber tunggal dengan diamater antara 8.3 - 10 mikron yang mempunyai transmisi satu mode. Singlemode dengan garis tengah (diameter) sempit hanya dapat menyebarkan antara 1310 – 1550 nano meter. Singlemode dapat mentransmisikan di atas rata-rata dan 50 kali lipat jarak dibandingkan multimode. Fiber singlemode memiliki core lebih kecil dibandingkan multimode. Core kecil tersebut dan gelombang cahaya tunggal dapat mengurangi distorsi yang diakibatkan overlap cahaya, penyediaan sedikit sinyal atenuasi dan kecepatan transmisi yang tinggi.
Secara garis besar tipe fiber optik ini
memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Diameter
core lebih kecil dibandingkan diameter cladding.
- Digunakan
untuk transmisi jarak jauh, bisa mencapi 120 km, band frekuensi lebar, dan
penyusutan transmisi sangat kecil.
b. Grade-index multimode
Berisi sebuah core dimana refraksi indeks mengurangi secara perlahan -lahan dari poros pusat ke luar cladding. Refraksi indeks tertinggi pada pusat membuat cahaya bergerak lebih perlahan pada porosnya dibandingkan cahaya yang lebih dekat dengan cladding. Alur yang dipendekkan dan kecepatan yang tinggi mengijinkan cahaya di bagian luar untuk sampai ke penerima pada waktu yang sama secara perlahan tetapi cahaya lurus langsung melalui inti core. Hasilnya sinyal digital mengalami distorsi yang sedikit.
Berisi sebuah core dimana refraksi indeks mengurangi secara perlahan -lahan dari poros pusat ke luar cladding. Refraksi indeks tertinggi pada pusat membuat cahaya bergerak lebih perlahan pada porosnya dibandingkan cahaya yang lebih dekat dengan cladding. Alur yang dipendekkan dan kecepatan yang tinggi mengijinkan cahaya di bagian luar untuk sampai ke penerima pada waktu yang sama secara perlahan tetapi cahaya lurus langsung melalui inti core. Hasilnya sinyal digital mengalami distorsi yang sedikit.
Ciri-ciri tipe fiber optik jenis ini adalah:
- Diameter
corenya antara 30 mm – 60 mm sedangkan diameter claddingnya
100 mm – 150 mm
- Merupakan
penggabungan fiber single mode dan fiber multimode step index
- Biasanya
untuk jarak transmisi 10 – 20 km à pentransmisian informasi jarak
menengah seperti pada LAN
c. Step-index multimode
Berisi sebuah core besar dengan diameter lebih dari 100 mikron. Hasilnya, beberapa cahaya membuat sinyal digital melewati rute utama (direct route), sedangkan yang lainnya berliku-liku (zig zag) ketika sinar tersebut memantul cladding. Alternatif jalan kecil ini menyebabkan pengelompokan cahaya yang berbeda yang dikenal sebagai sebuah mode, tiba secara terpisah pada sebuah titik penerima. Kebutuhan untuk meninggalkan jarak antar sinyal untuk mencegah overlap batas bandwith adalah jumlah informasi yang dapat dikirim ke titik penerima. Sebagai konsekuensinya, fiber optik tipe ini lebih cocok untuk jarak yang pendek/singkat.
Berisi sebuah core besar dengan diameter lebih dari 100 mikron. Hasilnya, beberapa cahaya membuat sinyal digital melewati rute utama (direct route), sedangkan yang lainnya berliku-liku (zig zag) ketika sinar tersebut memantul cladding. Alternatif jalan kecil ini menyebabkan pengelompokan cahaya yang berbeda yang dikenal sebagai sebuah mode, tiba secara terpisah pada sebuah titik penerima. Kebutuhan untuk meninggalkan jarak antar sinyal untuk mencegah overlap batas bandwith adalah jumlah informasi yang dapat dikirim ke titik penerima. Sebagai konsekuensinya, fiber optik tipe ini lebih cocok untuk jarak yang pendek/singkat.
Ciri-ciri tipe fiber optik jenis ini adalah:
- Ukuran
intinya berkisar 50 mm – 125 mm dengan diameter cladding 125 mm – 500 mm
- Diameter
core yang besar digunakan agar penyambungan kabel lebih mudah
- Hanya
baik digunakan untuk data atau informasi dengan kecepatan rendah dan untuk
jarak yang relatif dekat.
Konektor dan Piranti pendukung Fiber Optik
a. Jenis-jenis Kabel
Desain kabel fiber optik cukup banyak tersedia untuk berbagai keperluan. Dua desain kabel yang paling umum digunakan adalah:
Desain kabel fiber optik cukup banyak tersedia untuk berbagai keperluan. Dua desain kabel yang paling umum digunakan adalah:
- Loose
tube cable: Kabel
jenis ini umumnya dirancang dalam bentuk modular, di mana satu buah kabel
terdapat 12 buah core fiber bahkan bisa mencapai lebih
dari 200 core. Setiap core dilapisi oleh lapisan plastik yang
diberi warna-warna berbeda. Pemberian warna tersebut berfungsi sebagai
penanda core-core di dalamnya agar mudah dikenali dan diatur. Selain itu,
lapisan plastik tersebut juga berfungsi sebagai pelindung core
fiber-nya. Yang menjadi ciri khas dari kabel ini adalah terdapatnya
lapisan gel pada setiap lapisan kabelnya. Gel ini bertujuan untuk menahan
rembesan air ke dalam core.
- Tight-buffered
cable
Kabel jenis ini tidak memiliki lapisan pelindung sebanyak kabel loose tube. Dalam desain kabel ini, material penyangga seperti plastik, besi, baja, dan banyak lagi, secara fisik berhubungan langsung dengan serat optiknya. Dengan kata lain, tidak banyak pernak-pernik pelindung yang merepotkan penggunanya memasang. Desain kabel seperti ini sangat cocok untuk digunakan sebagai “jumper cable” yang menghubungkan antara kabel outdoor dengan terminasi-terminasi di dalam ruangan atau langsung ke perangkat jaringan penggunanya. Selain itu, kabel ini juga banyak digunakan untuk cabling di dalam ruangan seperti menghubungkan antar perangkat jaringan, menghubungkan antar ruangan pada satu gedung, dan lain sebagainya
b. Konektor
Konektor adalah sebuah alat mekanik yang menjulang pada ujung sebuah fiber optik, sumber cahaya, dan penerima sinyal. Hal itu juga mengijinkan untuk menggabungkan dengan alat yang serupa. Pemancar (transmitter) mengirimkan informasi secara jelas dari fiber optik melalui sebuah konektor. Konektor harus menyalakan dan mengumpulkan cahaya, mudah dipasang maupun dilepaskan dari peralatan. Konektor juga berfungsi untuk menyambung atau memutuskan koneksi.
Konektor adalah sebuah alat mekanik yang menjulang pada ujung sebuah fiber optik, sumber cahaya, dan penerima sinyal. Hal itu juga mengijinkan untuk menggabungkan dengan alat yang serupa. Pemancar (transmitter) mengirimkan informasi secara jelas dari fiber optik melalui sebuah konektor. Konektor harus menyalakan dan mengumpulkan cahaya, mudah dipasang maupun dilepaskan dari peralatan. Konektor juga berfungsi untuk menyambung atau memutuskan koneksi.
Ada beberapa jenis konektor yang sering
digunakan dalam teknologi fiber optik :
1.
FC
(Fiber Connector): digunakan untuk kabel single mode dengan akurasi yang sangat
tinggi dalam menghubungkan kabel dengan transmitter maupun receiver. Konektor
ini menggunakan sistem drat ulir dengan posisi yang dapat diatur, sehingga
ketika dipasangkan ke perangkat lain, akurasinya tidak akan mudah berubah.
2.
SC
(Subsciber Connector): digunakan untuk kabel single mode, dengan sistem
dicabut-pasang. Konektor ini tidak terlalu mahal, simpel, dan dapat diatur
secara manual serta akurasinya baik bila dipasangkan ke perangkat lain.
3.
ST
(Straight Tip): bentuknya seperti bayonet berkunci hampir mirip dengan konektor
BNC. Sangat umum digunakan baik untuk kabel multi mode maupun single mode.
Sangat mudah digunakan baik dipasang maupun dicabut.
4.
Biconic:
Salah satu konektor yang kali pertama muncul dalam komunikasi fiber optik. Saat
ini sangat jarang digunakan.
5.
D4:
konektor ini hampir mirip dengan FC hanya berbeda ukurannya saja. Perbedaannya
sekitar 2 mm pada bagian ferrule-nya.
6.
SMA:
konektor ini merupakan pendahulu dari konektor ST yang sama-sama menggunakan
penutup dan pelindung. Namun seiring dengan berkembangnya ST konektor, maka
konektor ini sudah tidak berkembang lagi penggunaannya.
7.
E200
Selanjutnya
jenis-jenis konektor tipe kecil:
1.
LC
2.
SMU
3.
SC-DC
c. OTDR (Optical Time Domain Reflectometer)
Alat ini berfungsi untuk mengetahui pada jarak berapa dari sebuah sistem jaringan fiber optik darat yang mengalami putus kabel optik, untuk pemeriksaan menggunakan OTDR ini dilakukan di beberapa Manhole yang terletak dipinggir jalan yang menjadi jalur fiber optik darat. Sedangkan alat monitoring fiber optik yang membentang dilaut berupa NMS (Network Management System) disebut X-Terminal berupa Personal Computer yang terhubung ke Router dan sistem STM (Syncronous Transfer Mode) pada perangkat fiber optik sehingga pemutusan kabel fiber optik di laut bisa dipantau, sedangkan untuk perbaikan putusnya kabel fiber optik laut menggunakan robot.
Alat ini berfungsi untuk mengetahui pada jarak berapa dari sebuah sistem jaringan fiber optik darat yang mengalami putus kabel optik, untuk pemeriksaan menggunakan OTDR ini dilakukan di beberapa Manhole yang terletak dipinggir jalan yang menjadi jalur fiber optik darat. Sedangkan alat monitoring fiber optik yang membentang dilaut berupa NMS (Network Management System) disebut X-Terminal berupa Personal Computer yang terhubung ke Router dan sistem STM (Syncronous Transfer Mode) pada perangkat fiber optik sehingga pemutusan kabel fiber optik di laut bisa dipantau, sedangkan untuk perbaikan putusnya kabel fiber optik laut menggunakan robot.
Pembagian serat optik dapat dilihat dari
2 macam perbedaan :
1.
Berdasarkan mode yang dirambatkan[5] :
§
Single
mode :
serat optik dengan inti (core) yang sangat kecil (biasanya sekitar 8,3
mikron), diameter intinya sangat sempit mendekati panjang gelombang sehingga
cahaya yang masuk ke dalamnya tidak terpantul-pantul ke dinding selongsong (cladding).
Bahagian inti serat optik single-mode terbuat dari bahan kaca silika (SiO2) dengan sejumlah kecil kaca Germania (GeO2) untuk meningkatkan indeks biasnya. Untuk
mendapatkan performa yang baik pada kabel ini, biasanya untuk ukuran
selongsongnya adalah sekitar 15 kali dari ukuran inti (sekitar 125 mikron).
Kabel untuk jenis ini paling mahal, tetapi memiliki pelemahan (kurang dari
0.35dB per kilometer), sehingga memungkinkan kecepatan yang sangat tinggi dari
jarak yang sangat jauh. Standar terbaru untuk kabel ini adalah ITU-T G.652D,
dan G.657[6].
§
Multi
mode : serat optik dengan diameter core yang agak
besar yang membuat laser di dalamnya akan terpantul-pantul di dinding cladding
yang dapat menyebabkan berkurangnya bandwidth dari serat optik jenis ini.
2.
Berdasarkan indeks bias core[3] :
§
Graded
indeks :
indeks bias core semakin mendekat ke arah cladding semakin kecil. Jadi pada
graded indeks, pusat core memiliki nilai indeks bias yang paling besar. Serat
graded indeks memungkinkan untuk membawa bandwidth yang lebih besar, karena
pelebaran pulsa yang terjadi dapat diminimalkan.
Kelebihan Fiber
Optic
1. Mempunyai lebar pita frekuensi (bandwith yang lebar). Frekuensi pembawa optik bekerja
pada daerah frekuensi yang tinggi yaitu sekitar 1013 Hz sampai dengan 1016 Hz, sehingga informasi yang dibawa akan menjadi banyak.
2. Redaman sangat rendah dibandingkan dengan kabel yang
terbuat dari tembaga, terutama pada frekuensi yang mempunyai panjang gelombang
sekitar 1300 nm yaitu 0,2 dB/km.
3. Kebal terhadap gangguan gelombang elektromagnet. Fiber optik terbuat dari kaca
atau plastik yang merupakan isolator, berarti bebas dari interferensi medan
magnet, frekuensi radio dan gangguan listrik.
4. Dapat menyalurkan informasi digital dengan kecepatan
tinggi. Kemampuan fiber optik dalam menyalurkan sinyal frekuensi tinggi, sangat
cocok untuk pengiriman sinyal digital pada sistem multipleks digital dengan
kecepatan beberapa Mbit/s hingga Gbit/s.
5. Ukuran dan berat fiber optik kecil dan ringan. Diameter inti fiber optik
berukuruan micro sehingga pemakaian ruangan lebih ekonomis.
6. Tidak mengalirkan arus listrik Terbuat dari kaca atau plastik sehingga tidak dapat dialiri arus
listrik (terhindar dari terjadinya hubungan pendek)
7. Sistem dapat diandalkan (20 – 30 tahun) dan mudah
pemeliharaannya.
8. Low Cost
9. Fleksible atau kaku
Kekurangan Fiber
Optic
1. Konstruksi fiber optik lemah sehingga dalam pemakaiannya
diperlukan lapisan penguat sebagai proteksi.
2. Karakteristik transmisi dapat berubah bila terjadi
tekanan dari luar yang berlebihan
3. Tidak dapat dialiri arus listrik, sehingga tidak dapat
memberikan catuan pada pemasangan repeater.
Beberapa hal yang
mempengaruhi performance fiber optic :
1. Loss, yang diakibatkan oleh
panjang span fiber dan banyaknya splicing di sepanjang span fiber tersebut.
Besarnya loss dari suatu span fiber bisa diukur dengan menggunakan OTDR.
2. Dispersi, seiring dengan
bertambahnya usia fiber maka dispersi pada fiber optic tersebut semakin jelek,
dispersi ada 2 macam:
1.
Chromatic dispersion (CD), dispersi ini
diakibatkan oleh variasi fiber index (karakteristik fiber) dengan panjang
gelombang, hal ini menimbulkan delay antara panjang gelombang dengan pulsa
transmisi cahaya sehingga sinyal yang ditransmisikan menjadi cacat dan
menimbulkan distorsi dan naiknya BER (Bit Error Ratio). Chromatic dispersion
bisa diukur dengan menggunakan chromatic dispersion meter. Selain itu pada
sebuah percobaan mengenai hubungan antara suhu dan chromatic dispersion,
kesimpulan yang didapat adalah salah satu penyebab penurunan kualitas sinyal pada
jaringan fiber optik adalah chromatic dispersion yang berfluktuasi yang
dipengaruhi oleh suhu kabel fiber optik.Chromatic dispersion bisa diatasi
dengan membuat chromatic dispensation dengan membuat semacam spoel atau
gulungan fiber optic untuk mengkompensasi cacatnya sinyal yang ditransmisikan.
2.
Polarization Mode Dispersion (PMD), PMD
diakibatkan oleh berubahnya bentuk fiber optic yang diakibatkan suhu,
kelembaban atau adanya tarikan fiber yang bengkok. Dalam hal ini seharusnya
fiber optic berbentuk bulat dan lurus tapi pada prakteknya akibat suhu,
kelembaban dan pergeseran bumi bentuk fiber optic menjadi tidak bulat (misalnya
lonjong) dan bengkok. Faktor lain yang menyebabkan polarization mode dispersion
proses pembuatan yang kurang sempurna. Pada kabel fiber optik single mode
,sebenarnya terdiri dari kabel dua mode yang memiliki polarisasi yang sama.
Dalam fiber optik yang sempurna sinyal yang dilewatkan pada dua mode ini
berjalan pada kecepatan yang sama, tetapi dalam kenyataannya, ketidaksempurnaan
fabrikasi membuat sinyal menjadi asimetris dan dapat menyebabkan mode memiliki
kecepatan propagasi berbeda. Perbedaan kecepatan ini disebut Differential Group
Delay (DGD) dan PMD adalah koefisien statistik-normalisasi panjang rata-rata
nilai DGD. PMD dapat diminimalisir dengan pemilihan kabel dan instalasi yang
baik.Lain dengan CD yang bisa diatasi dengan membuat chromatic dispensator, PMD
tidak dapat diatasi.
3. Rusaknya Sealed dan Jacket
Fiber, seiring bertambahnya usia fiber Sealed dan Jacket Fiber akan semakin
jelek, misalnya mengeras kemudian pecah sehingga fiber optic tidak terlindungi
dari suhu dan lembab.
Komponen Fiber
Optic
1. Terminal Saluran Serat Optik (Optical Line
Terminal, OLT) biasa ditempatkan pada pusat
penyedia layanan provider (CO) untuk menghantarkan isyarat layanan kepada
setiap pengguna dalam jaringan rangkaian sistem, dan OLT juga merupakan titik
aggregasi suara dari PSTN, data dari penghala dan video
melalui berbagai bentuk sebagai medium penghantaran
2. Unit Jaringan Serat Optik (Optical Network
Unit, ONU) adalah peralatan yang digunakan diakhir jaringan untuk
memberikan layanan-layanan yang disediakan kepada pelanggan
Berikut
cara singkat Instalasi atau Terminasi Fiber Optik:
pertama2 siapkan fisik dan mental , jangan
lupa banyak minum air putih
Siapkan
kabel fiber optik yang akan di terminasi dalam hal ini kabel yang masih utuh
tanpa di sentuh apapun
Kupas kulit terluar dalam hal ini pembungkus
kabel hitam sepeti gambar dibawah, jangan lupa sisakan kabel yg berwarna biru
Setelah itu coba oleskan alcohol pada bagian
kabel warna biru untuk membersihkan gel yang ada pada permukaan kabel itu
Nah ini dia bagian paling seru, coba kupas
kabel warna biru tersebut, caranya bisa menggunakan cutter, hati2 jangan sampai
kabel bagian dalam terluka
Setelah selesai nanti akan kelihatan isinya
berupa kabel dengan jumlan 4 helai seperti helai rambut . hati2 bro jangan sampai
patah , coba oleskan juga alcohol agar helai itu tidak menyatu, coba pisahkan
masing2 helai itu,dimana berupa helai dengan warna : biru,hijau,orange dan
coklat
Nah didalam lapisan helai itu adalagi lapisan
kaca tapi belum core/inti fiber nya. untuk itu diperlukan alat pengupas seperti
di bawah.
Kupas perlahan2 kulit pembungkus helai itu
dengan alat pengupas seperti dibawah
Setelah terkupas anda siapkan lem untuk fiber
nya. terdiri dari 2 cairan satunya di oleskan ke fiber nya dan satunya di
suntikkan ke konektor nya.kemudian perlahan2 anda masukkan fiber nya ke
konektor, ingat jangan sampai terlambat, jika terlambat maka lem nya akan
mengering dan fiber tidak bisa di tarik lagi.
Kemudian silahkan potong fiber nya
menggunakan pemotong yang sudah disediakan.jika hasil potongannya bagus maka
kemungkinan peluang menggosok2 nya tidak lama
Sesekali teropong menggunakan microscope
untuk melihat hasil potongan/gosokan fiber nya
pasang konektor dengan cara menjepit
menggunakan alat berikut
kemudian siapkan alas dan alat
penggosoknya serta teropong
jika cara potongnya bagus, maka waktu
menggosoknya mungkin tdk lama , jika sempurna ,maka hasil teropongnya terdapat
1 lingkaran luar dan 1 lingkaran dalam yang utuh bulat nya.